Senin, 22 April 2019

Mengkomunikasikan Gagasan

Gagasan atau ide adalah ibarat motor penggerak sebuah perubahan. Gagasan atau ide merupakan energi yang mampu menggerakkan tekad seseorang untuk melakukan tindakan, amal atau usaha dalam bentuk karya di semua bidang kehidupan.
Sebuah gagasan bisa berupa hal-hal yang baru yang melahirkan karya kreatif, perubahan cara melakukan sesuatu pekerjaan atau sering disebut dengan pembaharuan, atau bahkan hanya sebuah metode atau cara dalam mengerjakan sesuatu sehingga melahirkan efektivitas dalam kegiatan tersebut.
Dilihat dari lingkupnya, sebuah gagasan bisa hanya mempunyai lingkup pribadi, keluarga, lingkungan kecil, komunitas atau jamaah, sampai dengan gagasan dengan lingkup yang sangat luas.
Untuk gagasan yang hanya memiliki lingkup pribadi bisa dapat langsung langsung diwujudkannya sendiri menjadi sebuah karya atau tindakan. Tetapi gagasan yang menyangkut orang lain, mulai dari keluarga, jamaah, komunitas, sampai dengan masyarakat yang lebih luas perlu perjuangan untuk mewujudkannya. Bahkan ada juga tidak bisa terwujud karena kendala dari berbagai faktor.
Banyak gagasan yang baik, akan tetapi berhubung si pembawa gagasan kurang mampu mengkomunikasikannya maka bisa kandas di tengah perjalanan.
Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT telah memberi tuntunan kepada ummat manusia bagaimana mengkomunikasikan sebuah gagasan. Secara garis besar dikemukakan bahwa sebuah gagasan harus berprinsip pada "fal yaqul-qaulan baligha" (disampaikan dengan bahasa yang komunikatif atau dimengerti oleh kelompok sasaran), "fal yaqul-qaulan syadida" (disampaikan dengan kata-kata yang menyentuh). Dan masih banyak lagi.
Apabila sebuah gagasan dapat dikomunikasikan dengan cara yang tepat maka akan terjadi kontak batin antara pemilik gagasan dengan orang lain yang.akan menerima dan mewujudkan gagasan tersebut atau tercipta wamaddah fil qurba (adanya jembatan rasa) yang menimbulkan pengertian dan keserasian.
Mengkomunikasikan gagasan dapat berhasil manakala dilakukan dengan berpedoman pada langkah praktis sebagai berikut:
  1. Rancanglah gagasan dengan baik, sehingga mudah dijelaskan kepada sasaran penerima gagasan. 
  2. Jelaskan gagasan dengan berhati-hati, pergunakan bahasa yang singkat, mudah ditangkap atau komunikatif (qaulan baligha), jelaskan dengan bahasa yang sedeehana sehingga orang dungupun dapat menerima, serta beri alasan yang tepat dan juga tidak mengancam kedudukan orang lain.
  3. Perhatikanlah waktu yang tepat dalam mengemukakan gagasan, sehingga penerima gagasan dapat mencernanya dalam suasana yang longgar dan tidak terganggu aktivitasnya atau apa yang sedang ditekuninya, termasuk juga suasana psikologis dari sasaran.
  4. Pergunakanlah prinsip daya guna gagasan bagi orang lain atau sasaran, upayakan bahwa gagasan itu tidak hanya berguna untuk diri sendiri atau bahkan sasaran penerima yang akan mendapat keuntungan dari gagasan anda
  5. Buatlah gagasan itu betul-betul meyakinkan, dengan prinsip berbicara terus terang tanpa menyembunyikan sesuatu atau menjanjikan sesuatu yang muluk-muluk 
  6. Pakailah penilaian sasaran penerima gagasan dengan tepat, yaitu dengan memahami terlebih dahulu siapa sasaran penerima gagasan.
  7. Ikutsertakan orang lain dalam pelaksanaan gagasan, dengan memberi kesempatan orang lain untuk ikut memperbincangkan gagasan anda. Dalam bahasa psikologi, dengan terlibatnya orang lain dalam perbincangan gagasan anda maka akan terjadi proses internalisasi gagasan sehingga gagasan itu menjadi milik orang uang anda libatkan
  8. Ujilah keampuhan gagasan anda sebelum orang lain menegur kelemahannya, dalam hal ini jika gagasan itu akan menyangkut masyarakat luas maka perlu diuji dulu keampuhannya untuk sasaran terbatas yang biasanya cukup kritis terhadap sebuah gagasan. Jangan takut dikritik dan.diberi masukan.
  9. Lakukan pembaharuan gagasan bilamana memang ada kritik atau evaluasi yang positif dan menunjukkan ada kebaikan.
  10. Bersikap tabah dan sabar dalam mewujudkan gagasan sebab menghadapi berbagai macam manusia tidak semuanya langsung dapat diajak untuk menyetujui gagasan anda. Sebuah gagasan bisa jadi disampaikan dengan bungkus yang disesuaikan dengan selera sasaran penerima atau bil hikmah.

Trenggalek, 22 April 2019
Bambang Nurmuis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan Hati Seorang Dara

dalam cacatan kecil pada serpihan kertas yang tergeletak di antara tumpukan kertas seorang dara yang telah cukup usia  menuliskan episode pe...