Khusus dalam bidang pertanian, seorang ilmuwan maupun para praktisi bidang pertanian (petani, peternak, pekebun, pedagang tanaman, dan sebagainya) mesti berhadapan dengan masalah kehidupan.
Karena itu dalam bidang pertanian tidak bisa terlepas dengan kajian masalah air. Meskipun masalah air bukan hanya masuk dalam kajian pertanian.
Oleh karena bidang pertanian terkait erat dengan masalah air, maka perlu diketahui terlebih dahulu bahwa sebenarnya Alloh telah menginformasikan melalui beberapa ayat Al-Qur'an bahwa air adalah sebagai faktor utama terjadinya proses kehidupan.
QS. Al-Anbiya' (21):30
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلا يُؤْمِنُونَ
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?Pada ayat 30 Surat Al-Anbiya' tersebut digunakan kata 'ja'ala' yang menunjukkan sebuah proses atau kejadian yang melalui sebuah proses dimana air merupakan salah satu faktor berlangsungnya peoses kehidupan. Dengan demikian maka : (a) air berfungsi sebagai unsur yang menyebabkan unsur-unsur lainnya mengalami perkembangan atau kehidupan, dan bila air terlepas daripadanya maka unsur-unsur lain tersebut kembali menjadi mati, (b) kehidupan yang ada di alam raya ini, baik secara individual maupun secara makro tidak terjadi sekaligus, namun melalui proses pertumbuhan dan perkembangan secara linier maupun sirkuler.
Sebagai unsur penyebab kehidupan, air yang dimaksud adalah air yang memiliki sifat-sifat khusus sesuai dengan yang diperlukan oleh unsur-unsur lain. Di dalam kasus bidang pertanian misalnya, air yang digunakan dalam pembelahan sel-sel tanaman memerlukan sifat khusus yang tidak sama dengan air yang digunakan dalam pengembangan unsur-unsur yang ada pada tanah. Perbedaan ini terletak pada perbedaan kandungan kimia.
Apabila kita kaitkan dengan Ayat 95 Surat Al-An'am yang menyatakan bahwa "segala sesuatu yang hidup dijadikan-Nya dari yang mati, dan yang mati dijadikan-Nya dari yang hidup" maka sebenarnya ketersediaan air di bumi inipun awal mulanya merupakan akibat dari proses terciptanya alam raya. Air di bumi awalnya tidak muncul tiba-tiba, melainkan timbul secara berproses dalam rangkaian berkembang dan berkerutnya bola gas pembentuk bumi yang sebelumnya bersatu dengan matahari.
QS. Al-Hajj (22):05
وَتَرَى الأرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ
Dan kamu lihat bumi ini dahulunya kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air padanya, maka hidup dan suburlah bumi itu dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Ayat tersebut merupakan penggalan terakhir dari Ayat 5 Surat Al-Hajj yang panjang, yang sarat dengan pengungkapan masalah manusia, bumi dan kesuburannya.
Terkait dengan Ayat 30 Surat Al-Anbiya' sebagaimana telah diuraikan di atas, di dalam ayat ini Allah SWT memberikan penjelasan tentang proses kehidupan selanjutnya yaitu setelah bumi terbentuk yang pada mulanya kering kerontang, yang mana setelah Alloh menurunkan air maka bumi bergerak atau mengembang dan kemudian menjadi tanah yang subur. Tanah bergerak atau mengembang artinya tanah tersebut telah mengikat air sehingga ikatan antar butir tanah menjadi longgar, dan dengan demikian juga memungkinkan adanya udara yang masuk. Dalam kondisi seperti itulah maka tanah atau bumi menjadi siap untuk tempat tumbuhnya segala tumbuh-tumbuhan.
Jika di dalam Ayat 30 Surat Al-Anbiya' diungkapkan permasalahan secara umum, maka di dalam Ayat 5 Surat Al-Hajj ini lebih ditekankan pada kehidupan di bumi. Menyangkut uraian yang lebih luas, jika di dalam Ayat 30 Surat Al-Anbiya' ditekankan pada masalah pemisahan antara benda-benda langit dan bumi maka pada Ayat 5 Surat Al-Hajj ini tergambar bahwa bumi telah terpisah dengan benda-benda langit lain, yang kemudian sampai memprosesnya bumi menjadi siap ditumbuhi berbagai jenis tanaman.
Penekanan utama terkait dengan masalah air sebagai dasar kehidupan, khususnya ketika kita mempelajari masalah tanaman sebagai salah satu makhluk Alloh, merupakan kajian awal yang perlu mendapat perhatian karena permasalahan air menyangkut permasalahan malai paling kecil yaitu masalah normal atau tidaknya perkembangan sel tumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar