وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. Al-Baqarah:148)
Fastabiqul khairat dalam tataran praktis kehidupan merupakan sebuah istilah yang mengandung filosofi teramat dalam. Sebagai sebuah filosofi kehidupan fastabiqul khairat memberikan frame (bingkai) pada seseorang agar : (1) memiliki pandangan dan pilihan terhadap kegiatan (amaliyah) yang dikategorikan pada kebaikan, (2) memiliki niat atau motivasi di dalam melakukan sebuah kegiatan (amaliyah) dengan niat atau motivasi hanya untuk mencari ridlo Allah SWT, (3) memilih cara melakukan kegiatan (amaliyah) yang tidak bertentangan dengan tata aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT, dan (4) mengorientaaikan nilai atau hasil dari setiap kegiatan (amaliyah) untuk kemaslahatan.
Jika seseorang menjadikan fastabiqul khairat sebagai filosofi kehidupan maka akan memberikan implikasi positif dalam hidup dan kehidupannya. Berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan menumbukan (1) semangat melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk diri, orang lain dan lingkungan hidipnya, (2) melakukan setiap kegiatan yang baik dengan penuh keikhlasan atau hanya mengharap ridho Alloh, (3) adanya konsistensi dan kontinyuitas dalam melakukan kegiatan, (4) tidak merasa hina atau tidak terhormat jika melakukan kegiatan yang dianggap pekerjaan kasar atau memandang bahwa setiap kegiatan baik akan bernilai ibadah
Kreativitas dan produktivitas dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat akan terbangun manakala fastabiqul khairat bisa dijadikan filosofi kehidupan setiap pribadi. Kita ambil contoh ringan, saat menyelesaikan sebuah pekerjaan rumah tangga di pagi hari, bila masing pribadi dalam keluarga telah memiliki filosofi fastabiqulkhairat maka masing-masing anggota keluarga akan mengambil peran dan saling melengkapi agar semua kegiatan rumah tangga dapat selesai. Ada yang bersih-bersih di dapur, ada yang membersihkan kamar mandi, ada yang menata ruang depan, ada yang mengasuh anggota keluarga yang masih kecil, dan lain sebagainya. Dan semua kegiatan atau amaliyah dilaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semua anggota keluarga tidak saling "iren-irenan" dalam melakukan kegiatan. Semuanya aktif dan tidak dilakukan dengan rasa malas, karena masing-masing hanya ingin berbuat baik dan lebih baik.
Rasa senang melakukan kegiatan yang lebih baik dari orang lain, baik kualitas maupun kuantitasnya akan menumbuhkan suasana kehidupan yang nyaman, tenteram, dan melahirkan kesejahteraan.
Filosofi hidup fastabiqul khairat merupakan filosofi yang sangat mendasar dalam membangun sebuah kehidupan komunitas dan menyangkut semua kegiatan kehidupan. Dan yang jelas bahwa filosofi fastabiqul khairat akan menghasilkan kesejahteraan, kenikmatan, kebahagiaan, dan di akhirat akan membuahkan surga.
Wah betul......setelah ikut merenungkan ternyata jika kita hanya ingin berbuat kebajikan maka dinamika kehidupan akan terjadi dengan penuh kenyamanan. Semoga bisa kita wujudkan
BalasHapusSemoga dapat dipraktekkan dalam hidup keseharian
BalasHapus