Kamis, 27 Juni 2019

Secangkir Kopi

secangkir kopi
bukan hanya secangkir kopi
yang hanya untuk pelepas dahaga
yang tak memiliki daya apapun
tapi secangkir kopi
adalah "Wedang" kata orang jawa
adalah simbol kekeluargaan
"Ngawe kadang" untuk membangun keserasian dalam kebersamaan
secangkir kopi
juga membawa konsentrasi
dan merangsang inspirasi
yang bisa mencerahkan diri


Az-Zilzal (Guncangan)

bila bumi berguncang dengan dahayatnya
dan bumi memuntahkan segala isinya
hari itu bumi bicara
Tuhan telah memerintahkan
bahwa pada hari itu semua manusia akan keluar
bercerai berai
untuk menerima balasan dari setiap amal perbuatannya
siapapun yang berbuat kebajikan meski sebesar dzaroh
ia akan menerima balasan dari kebajikannya
dan siapapun berbuat kejahatan meski sebesar dzaroh
iapun akan menerima balasan dari kejahatannya

Rabu, 26 Juni 2019

Al-Humazah (Pengumpat)

celakalah para pengumpat dan para pencela
serta para penumpuk harta
yang hanya sibuk menghitung hartanya
yang ia sangka harta itu mengekalkan hidupnya
tidak...., dan sekali lagi tidak
ia akan dilempar ke dalam huthomah
tahukah kalian, apa huthomah itu
ia adalah api Alloh yang berkobar menyala-nyala
yang akan membakar sampai ulu hati manusia
sungguh api itu
menyelimuti seluruh tubuh mereka
sedang mereka diikat pada tiang-tiang pancang

FASTABIQUL KHOIROT

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Qs. Al-Baqarah:148)

Fastabiqul khairat dalam tataran praktis kehidupan merupakan sebuah istilah yang mengandung filosofi teramat dalam. Sebagai sebuah filosofi kehidupan fastabiqul khairat memberikan frame (bingkai) pada seseorang agar : (1) memiliki pandangan dan pilihan terhadap kegiatan (amaliyah) yang dikategorikan pada kebaikan, (2) memiliki niat atau motivasi  di dalam melakukan  sebuah kegiatan (amaliyah) dengan niat atau motivasi hanya untuk mencari ridlo Allah SWT, (3) memilih cara melakukan kegiatan (amaliyah) yang tidak bertentangan dengan tata aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT, dan (4) mengorientaaikan nilai atau hasil dari setiap  kegiatan (amaliyah)  untuk kemaslahatan.
Jika seseorang menjadikan fastabiqul khairat sebagai filosofi kehidupan  maka akan memberikan implikasi positif dalam hidup dan kehidupannya. Berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan menumbukan (1) semangat melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk diri, orang lain dan lingkungan hidipnya, (2) melakukan setiap kegiatan yang baik dengan penuh keikhlasan atau hanya mengharap ridho Alloh, (3) adanya konsistensi dan kontinyuitas dalam melakukan kegiatan, (4) tidak merasa hina atau tidak terhormat jika melakukan kegiatan yang dianggap pekerjaan kasar atau memandang bahwa setiap kegiatan baik akan bernilai ibadah
Kreativitas dan produktivitas dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat akan terbangun manakala fastabiqul khairat bisa dijadikan filosofi kehidupan setiap pribadi. Kita ambil contoh ringan, saat menyelesaikan sebuah pekerjaan rumah tangga di pagi hari, bila masing pribadi dalam keluarga telah memiliki filosofi fastabiqulkhairat maka masing-masing anggota keluarga akan mengambil peran dan saling melengkapi agar semua kegiatan rumah tangga dapat selesai. Ada yang bersih-bersih di dapur, ada yang membersihkan kamar mandi, ada yang menata ruang depan, ada yang mengasuh anggota keluarga yang masih kecil, dan lain sebagainya. Dan semua kegiatan atau amaliyah  dilaksanakannya dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Semua anggota keluarga tidak saling "iren-irenan" dalam melakukan kegiatan. Semuanya aktif dan tidak dilakukan dengan rasa malas, karena masing-masing hanya ingin berbuat baik dan lebih baik.
Rasa senang melakukan kegiatan yang lebih baik dari orang lain, baik kualitas maupun kuantitasnya akan menumbuhkan suasana kehidupan yang nyaman, tenteram, dan melahirkan kesejahteraan.
Filosofi hidup fastabiqul khairat merupakan filosofi yang sangat mendasar dalam membangun sebuah kehidupan komunitas dan menyangkut semua kegiatan kehidupan. Dan yang jelas bahwa filosofi fastabiqul khairat akan menghasilkan kesejahteraan, kenikmatan, kebahagiaan, dan di akhirat akan membuahkan surga.

Sabtu, 22 Juni 2019

Cahaya di atas Cahaya (An-Nur:35)

Alloh adalah pemberi cahaya
cahaya langit dan bumi
cahaya-Nya itu
seumpama pelita dari lubang kecil
pada dinding tebal yang tiada tembus
pelita di dalam gelas kaca
gelas yang laksana bintang cemerlang
yang dinyalakan dengan minyak
dari pohon yang penuh berkah
pohon zaitun
yang tumbuh bukan di timur
bukan pula di barat
minyaknya hampir menyala
meski tiada disentuh api
cahaya di atas cahaya
Alloh memberi petunjuk
pada cahaya-Nya itu
bagi siapa yang dikehendaki-Nya
begitulah Alloh membuat tamsil
buat manusia
dan Alloh
Maha Mengetahui segala sesuatu

Trenggalek, 23 Juni 2019

Catatan Hati Seorang Dara

dalam cacatan kecil pada serpihan kertas yang tergeletak di antara tumpukan kertas seorang dara yang telah cukup usia  menuliskan episode pe...